Malam pergantian tahun identik dengan masyarakat yang turun ke jalan. Tapi untuk malam pergantian tahun 2022-2023 di Kota Mojokerto kali ini berlangsung tenang. Kendaraan di jalan juga terlihat tidak terlalu padat. Di beberapa titik jalan yang menjadi pintu masuk ke Kota Mojokerto memang sengaja dilakukan penutupan mulai pukul 19.00 sampai 24.00.
Alun-alun Kota Mojokerto yang setiap malam pergantian tahun biasa digunakan oleh masyarakat untuk berkerumun sengaja disterilkan. Semua pengendara dilarang melintas kecuali warga setempat atau yang berjalan kaki.
Ruas jalan yang dilakukan penutupan adalah simpang tiga Jembatan Lespadangan, simpang tiga utara Jembatan Gajah Mada, simpang empat Jalan Pahlawan (Gatoel), dan simpang tiga Jalan Brawijaya (Penarip), simpang empat PMI, simpang tiga Jalan Hayam Wuruk (bawah Jembatan Gajah Mada), simpang empat Miji (Jalan Majapahit), simpang tiga Jalan KH Hasyim Ashari, simpang tiga Jalan Letkol Sumarjo (depan KFC), simpang tiga Jalan Kartini (barat), dan simpang tiga Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Setiap titik jalan yang ditutup diberi water barrier dan pagar penghalang serta ditempatkan sejumlah personel Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub untuk berjaga di lokasi. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi munculnya gangguan kamtibmas seperti konvoi sebagaimana kebiasaan pada malam pergantian tahun sebelum-sebelumnya.
Sementara itu Pemerintah Kota Mojokerto mengadakan kegiatan doa dan muhasabah di pendopo Pemerintah Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada 145 dengan kegiatan Khotmil Qur'an, Istighosah dan tausiah dari KH. Agus Ali Masyhuri. Ini untuk melakukan refleksi Tahun 2022 dan doa untuk kedamaian Tahun 2023. Diharapkan Kota Mojokerto semakin makmur dan damai.
"Maka kamipun melakukan evaluasi apakah kami telah mampu menyelesaikan tugas-tugas tanggung jawab kami secara baik, mampu menyelesaikan tanggung jawab kami secara tuntas, apakah masih ada hal-hal yang harus kita benahi sesuai portal resmi Pemerintah Kota
Mojokerto yaitu Maju Melangkah, Ayo Berbenah," ungkap Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari.
Disisi lain masyarakat Kota Mojokerto dalam melepas tahun adalah dengan makan bersama dengan keluarga atau warga di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sehingga ini juga menjadi hal yang ngurangi jumlah masyarakat turun ke jalan.
(Agus Buyut)



