Mojokerto - FBINEWS
Peringatan Nuzulul Qur'an tahun 1443 Hijriah atau 2022 Masehi yang diadakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto ditempatkan di Masjid Jami' Al Fattah, jalan KH. Hasyim Ashari nomer 1 Kota Mojokerto pada Senin (18/4/2022).
Dalam peringatan ini didatangkan penceramah kondang yang Miftah Maulana Habiburrahman atau yang sering dipanggil dengan sebutan dengan Gus Miftah. Beliau adalah pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman - Yogyakarta dan merupakan keturunan ke-9 dari Kiai Ageng Hasan Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo.
Dalam tausiyahnya Gus Miftah memperingatkan tentang 4 hal yang menjadi sumber masalah bagi seseorang yaitu : pola pikir yang cenderung negatif, pola makan yang tidak terkendali, pola hidup yang acak-acakan dan kakean polah (banyak bertingkah).
Diperingatkan pula tentang pentingnya pendidikan sopan-santun kepada anak. Bagaimana anak akan memiliki sikap sopan santun yang baik jikalau melihat perilaku orangtuanya juga tidak memiliki sopan-santun yang baik. Maka penting bagi pasangan suami isteri saling menjaga sopan-santun dalam berkomunikasi agar hal itu menjadi teladan bagi anak-anaknya.
Orang yang sedang melaksanakan puasa itu harus bersabar. Menjaga hawa nafsu. Karena berbuat baik di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan nilai kebaikannya 1000 kali lipat, tapi bila berbuat buruk di bulan Ramadhan, juga akan dilipatgandakan nilai keburukannya menjadi 1000 kali lipat.
Sementara itu walikota dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat masa pandemi selama 2 tahun ini segala kegiatan yang melibatkan orang banyak berkerumun maka kiranya kehadiran Gus Miftah dalam kegiatan Nuzulul Qur'an kali ini dapat melepas dahaga masyarakat Kota Mojokerto dalam mendengarkan ceramah agama secara tatap muka.
(Agus Buyut)


