• Jelajahi

    Copyright © FBINEWS JATIM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    GENJOT PEMBANGUNAN SEKTOR PARIWISATA, PEMKOT MOJOKERTO KUKUHKAN PENGURUS POKDARWIS

    Fuad Abdullah
    Kamis, 21 Oktober 2021, 20.21 WIB Last Updated 2021-10-21T13:23:12Z


    MOJOKERTO-FBINEWS.NET

    Memasuki level 1 PPKM, pemerintah Kota Mojokerto kembali tancap gas dalam mengembangkan kota Mojokerto menjadi kota pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya.


    Berbagai elemen terkait kebutuhan menuju keberadaan sebagai kota pariwisata dipersiapkan. Selain pembangunan infrastruktur juga mengenai pembangunan sumber daya manusia (SDM). 


    Salah satunya adalah arti penting keberadaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini adalah salah satu komponen didalam masyarakat yang berperan dan berkontribusi penting dalam upaya mengembangkan kepariwisataan di kota Mojokerto


    Selama tiga hari yaitu (18-19, 21/10/2021) bertempat di pendopo pemerintah kota Mojokerto dilakukan pengukuhan dan pelatihan bagi para pengurus Pokdarwis dari masing-masing kelurahan se kota Mojokerto.


    "Seperti kita ketahui bersama bahwa kita berupaya di dalam 5 tahun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), yaitu dari tahun 2018 hingga 2023 saya mendapat amanah di kota Mojokerto ini. Salah satu skala prioritasnya adalah mewujudkan kota Mojokerto menjadi kota pariwisata yang berbasis sejarah dan budaya." kata Ning Ita, panggilan akrab Walikota Mojokerto Ika Puspita Sari dalam sambutannya.


    Sedangkan mengingat keberadaannya yang secara geografis berdekatan dengan bekas pusat kerajaan Majapahit, maka pariwisata dikota Mojokerto dikembangkan dengan nuansa Majapahit an. Salah satu upayanya adalah bagaimana menghadirkan sejarah Majapahit bisa terlihat secara nyata di ruang publik.


    Di sisi lain pemerintah kota Mojokerto juga berupaya memasukkan kedalam kurikulum anak-anak sekolah mengenai bagaimana pemajuan kesenian, kebudayaan dan permainan-permainan tradisional.


    Sebagai pendorong berjalannya program tersebut secara rutin setiap tahun diadakan lomba kreasi dari masing-masing sekolah mengenai berbagai jenis kesenian dan kebudayaan. Salah satu hasil dari upaya tersebut adalah adanya siswa SMP di Kota Mojokerto ini yang menjadi juara Nasional sebagai pembuat dan dalang wayang beber.


    Demikian juga terkait  sejarah perjalanan hidup presiden RI pertama Soekarno atau Bung Karno, yang ternyata pernah tinggal selama lebih dari delapan tahun di Mojokerto. Bung Karno berhasil menamatkan bangku pendidikan setingkat sekolah dasar (SD).


    Inlandsche School merupakan cikal bakal berdirinya SDN Purwotengah di Jalan Taman Siswa. Inlandsche School yang juga disebut sebagai Tweede School atau Sekolah Ongko Loro, adalah sebuah julukan sekolah bagi anak-anak pribumi. Bung Karno kecil juga sempat mengenyam pendidikan di Europesche Lagere School (ELS) pada tahun 1911, yang sekarang menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto, di Jalan A Yani. Bung Karno pernah tinggal di Kota Mojokerto mulai tahun 1907 hingga 1917.


    Dan sekarang ke 2 sekolah yang memiliki jejak sejarah Bung Karno  tersebut akan dijadikan pusat studi Bung Karno kecil.


    Dengan waktu yang sangat singkat tersebut juga diadakan pelatihan bagi para pengurus Pokdarwis tentang penciptaan kondisi yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui sapta pesona. Sebagai pemateri adalah Dr (C). Ahmad Faidlal Rahman,SE.Para.,M.Sc. dari Program Studi Managemen Perhotelan Universitas Brawijaya yang juga merupakan Finder & CEO Nusantara Tourism Center (eNTCe)



    (Agus Buyut)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini