Mojokerto - FBINEWS
Pemerintah Kota Mojokerto mengadakan acara Gegojeg-an Gethok Thular Tari yang diikuti oleh sanggar tari, penari, guru seni dan budaya baik SMP Negeri maupun swasta. Dengan mendatangkan penari kondang Didik Nini Towok dan pelawak Kirun yang merupakan maestro tari ini diharapkan ada transfer ilmu kepada para penari Kota Mojokerto.
Acara Gegojeg-an Gethok Thular Tari ini digelar di Pendopo Sabha Krida Tama, Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto, Kamis (15/12/2022).
Sebelum masuk pada acara utama, diawali dengan penampilan tari Sekar Mojo yang dibawakan oleh 100 penari pelajar Kota Mojokerto. Tampak Didik Nini Towok dan Kirun begitu memperhatikan setiap gerakan penari pelajar tersebut.
Didik Nini Thowok yang memiliki nama asli Didik Hadiprayitno sendiri merupakan penari Indonesia dengan multi talenta. Selain menari, mengajar, aktor, mimer, make up artis, komedian juga menyanyi. Ia lahir di Temanggung, Jawa Tengah tahun 1954 dan menyelesaikan pendidikan seninya di Institut Seni Indonesia pada tahun 1982. Saat ini Didik menjabat sebagai direktur Lembaga Pendidikan Kejuruan Tari Natya Lakshita Dance School dan Didik Nini Thowok Entertainment.
Sedangkan Kirun selain sebagai seniman dan pendakwah, juga menjadi Dosen luar biasa di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kirun mengajar di Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Seni Teather yang konsen pada pendidikan Pergelaran Teater, Teater Daerah Nusantara, Teknik Dasar Penyutradaraan, Teknik Dasar Pemeranan dan Pemeranan Sendratasik
Pada kesempatan tersebut Didik berpesan agar para penari diajarkan senyum dari dalam hati. Bukan senyum yang hanya di bibir.
"Saya berpesan untuk para guru ya, tolong anak-anak diajari supaya mereka bisa tersenyum di dalam hatinya. Bukan hanya tersenyum yang terlihat hanya di bibir saja. Saya rasa guru-guru pasti paham ini," ungkap Didik.
Didik juga menyampaikan bahwa edukasi seni budaya sejak dini itu sangat penting. Karena akan membekas sangat dalam kepada yang menerimanya. Dan untuk memunculkan minat pada anak-anak terhadap tari utamanya tari tradisional maka sangat penting bagi mereka aktif menonton seni tradisional yang ada unsur tarinya. Sedangkan untuk menciptakan tari khas daerah maka diperlukan banyak membaca literatur tentang daerah tersebut.
Kirun menyampaikan optimisnya kalau Indonesia tidak akan kehabisan penari karena karakter orang Indonesia ketika mendengar musik pasti menggoyangkan badannya. Ini adalah dasar dari kesenian tari.
Saat ini untuk Kota Mojokerto sendiri baru saja selesai pembahasan Raperda dengan DPRD yang salah satunya terkait tentang Pemajuan Kebudayaan. Maka dengan akan adanya Perda (Peraturan Daerah) tersebut nantinya akan bisa meningkatkan kemajuan seni dan budaya di Kota Mojokerto.
"Maka melalui Peraturan Daerah inilah nanti kita harapkan terjadi terciptanya pemajuan kebudayaan dari seluruh bagian pemajuan kebudayaan, termasuk didalamnya adalah tari," ungkap Sekda Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo.
(Agus Buyut)



