• Jelajahi

    Copyright © FBINEWS JATIM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Penertiban PKL Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, Sat Pol PP Bantu Bongkar Lapak dan Angkut Barang Milik Pedagang

    fbinews
    Rabu, 23 November 2022, 13.26 WIB Last Updated 2022-11-23T06:26:48Z



    Mojokerto -Fbinews

    Setelah muncul Surat Peringatan ke tiga  dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mojokerto yang tertanggal 17 November 2022 terkait penertiban/relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto yang menggunakan bahu jalan, trotoar dan fasilitas umum di sepanjang Jalan KH. Nawawi, Jalan Residen Pamuji dan Jalan HOS Cokroaminoto, hari ini, Rabu (23/11/2022) mulai ditertibkan. 

    Ada 110 personel gabungan dari unsur TNI, Polri dan Sat Pol PP diterjunkan dalam proses penertiban tersebut. Dalam penertiban ini seluruh anggota Sat Pol PP Kota Mojokerto juga diperintahkan  untuk membantu para pedagang yang membongkar lapaknya. Sat Pol PP Kota Mojokerto juga menyediakan bantuan berupa kendaraan untuk mengangkut barang-barang pedagang menuju ke lokasi masing-masing yang dituju. 

    Sebagai langkah awal penertiban, hari ini dikonsentrasikan pada Jalan KH. Nawawi. Rencana ke depan, Jalan KH. Nawawi ini akan dibuat dua arah dengan dipasang marka jalan ditengahnya. Penertiban ini sendiri secara keseluruhan ditargetkan selama 3 hari harus tuntas 


    "Untuk satu dua hari ini di sini (Jalan KH. Nawawi) karena ini barometernya. Kalau nanti ini selesai kita ke yang lain (Jalan Residen Pamuji dan Jalan HOS Cokroaminoto). Tapi untuk Jalan HOS Cokroaminoto sekarang sudah bagus. Untuk langkah awal memang kita konsentrasi di sini. Kenapa karena ini tempatnya memang sangat strategis. Ini mau digunakan. Setelah ini akan ada pembangunan membuat marka jalan, sama untuk loading dock, untuk parkir. Untuk loading dock nanti akan ada papan petunjuknya. Fungsi jalan akan tetap difungsikan sebagai fungsi jalan," kata Modjari, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mojokerto. 

    Para pedagang ini diarahkan untuk segera menempati kios-kios yang sudah disediakan oleh pemerintah Kota Mojokerto. Untuk pedagang yang berasal dari Kota Mojokerto ditempatkan di kios-kios dalam Pasar Tanjung Anyar. Sedang pedagang yang dari luar kota Mojokerto ditempatkan di tempat lain seperti di Pasar Ketidur yang baru selesai dibangun. 

    Secara umum para pedagang mendukung pemerintah dalam upaya merapikan kota Mojokerto. Namun disisi lain ada yang masih gamang dalam penggunaan lokasi yang baru. Salah satu alasannya adalah akses di kios-kios dalam pasar itu yang tidak bisa dilalui oleh motor. Sehingga ini akan menyulitkan mereka dalam membawa dagangan ke dalam kios. 

    Kiwul (44) salah satu pedangang ayam potong menyatakan bahwa dirinya pusing juga dengan lokasi yang baru ini. Karena tidak bisa membawa dagangannya langsung ke dalam kios. Kalau biasanya dagangan bisa dibawa langsung ke lapak dengan motor sendirian, sekarang butuh tiga orang. Jadi satu orang menunggu di sepeda motor, satu orang mengangkut dagangan bolak-balik dari sepeda motor ke kios dan satu orang lagi menunggu di kios. 

    "Jaman sekarang jarang orang beli ayam dalam jumlah banyak mas. Paling seperempat sampai satu kilo. Tentu mereka mencari yang murah dan mudah. Yang langsung bisa pesan barang dari atas motor terus barang digantung pada motor. Beres. Jadi kalau saya jual ayam potong dalam kios yang tidak bisa diakses motor, sementara di sisi jalan yang lain masih ada pedagang di jalur yang bisa diakses dengan motor bisa dipastikan saya hancur. Karena dagangan saya tidak laku dan jadi rusak," keluh Kiwul.


    (Agus Buyut)

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini