Mojokerto - FBINEWS
Sekitar 500 orang buruh dari berbagai perusahaan yang merupakan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K.SPSI) Kabupaten Mojokerto mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto, jalan Jenderal Ahmad Yani 16, Kota Mojokerto, Selasa (29/11/2022). Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC K.SPSI Kabupaten Mojokerto, Bary Taim.
Aksi diawali dengan berkumpulnya para buruh di depan kantor DPC K.SPSI Kabupaten Mojokerto, jalan Raden Wijaya 3, Mojosari. Mereka terdiri dari perwakilan buruh sektor; RTMM, LEM, KEP, KAHUT dan TSK. Dari Mojosari mereka selanjutnya menuju kantor Bupati Mojokerto dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Dalam aksi kali ini massa buruh menyampaikan tuntutannya dengan meminta Bupati Mojokerto untuk merekomendasikan UMK Kabupaten Mojokerto tahun 2023 sebesar 13% dari UMK tahun 2022. Besaran ini adalah mempertimbangkan bahwa saat ini harga listrik dan BBM yang melambung tinggi.
Dari adanya aksi ini diadakan audiensi di ruang rapat Asisten Setda Kabupaten Mojokerto yang dihadiri oleh Drs. H. Teguh Gunarko. M. Si (Sekda Kabupaten Mojokerto) bersama Bambang Purwanto (Kadisnakertrans Kabupaten Mojokerto) dan 15 orang perwakilan massa buruh yang dipimpin Drs. Bary Taim (Ketua DPC K.SPSI Kab. Mojokerto).
Kepala Disnakertrans Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa terkait surat usulan rekomendasi UMK tahun 2023, yang akan diajukan kepada Gubernur Jawa Timur, mengenai kenaikan UMK Kabupaten Mojokerto yang diajukan melalui surat rekomendasi Bupati Mojokerto kepada Gubernur Jatim yaitu sebesar 7,29% dengan besaran nilai Rp 317.655,50.
"Oleh sebab itu usulan ini mari kita kawal bersama-sama. Anda harus bersatu padu dengan kami. Karena usulan yang kami ajukan ini tidak keluar dari ketentuan perundang-undangan," ungkap Bambang Purwanto dihadapan peserta aksi
(Agus Buyut)




