Mojokerto - FBINEWS
Tim Arkeologi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur melakukan ekskavasi pada dua situs bersejarah di Kabupaten Mojokerto mulai 17 sampai 26 September 2022 yaitu situs Watesumpak dan situs Gemekan.
Menurut Muhammad Ichwan, ketua tim ekskavasi situs Gemekan, untuk ekskavasi situs Gemekan kali ini merupakan ekskavasi tahap ke tiga yang difokuskan untuk menampakkan struktur yang diduga merupakan pagar dari candi Gemekan.
"Kami melakukan ekskavasi penyelamatan di situs candi Gemekan di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan kali ini menggali dengan sasaran kami untuk menampakkan struktur yang diduga merupakan pagar dari candi Gemekan ini," ujar Muhammad Ichwan.
Seperti diketahui, bahwa situs gemekan merupakan peninggalan dari jaman Mpu Sindok yang memimpin kerajaan Medang. Ini terungkap melalui ditemukannya Prasasti Gemekan atau Masahar yang menyebut angkat tahun 852 Saka atau 930 Masehi.
Sementara itu untuk situs Watesumpak baru pertamakali di ekskavasi sejak ditemukan pada tahun 2008. Situs ini dibuat dari susunan batu bata dengan terdapat empat makam di atasnya. Lokasinya terletak di tengah ladang di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Untuk fungsi dan tahun dibuatnya situs Watesumpak ini masih bias. Maka masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
"Namun kalau melihat ornamen yang ada, ini menunjukan ciri khas dari jaman Majapahit," ujar Andi Muhammad Said, arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.
Sementara itu koordinator tim ekskavasi situs Watesumpak, Vidi Susanto mengatakan, bahwa ditemukan dua sistim dalam pembuat struktur situs Watesumpak ini. Pertama sistim kosot (gosok). Dan yang kedua menggunakan sistim spasi yang diisi dengan tanah.
"Ada dua sistim yang digunakan dalam menyusun batu merah pada struktur situs Watesumpak ini. Yaitu sistim kosot (gosok) yang biasa digunakan untuk bangunan-bangunan suci. Dan juga yang dengan sistim spasi. Apakah ini dibangun dengan masa yang berbeda? Itu masih memerlukan penelitian lebih lanjut," ujar Vidi.
Target ekskavasi situs Watesumpak kali ini adalah untuk menampakkan denah struktur ini. Termasuk dimensinya serta orientasi struktur. Hal ini agar bisa dilakukan analisa dari fungsi bangunan berdasarkan data yang di temukan.
Vidi juga menyampaikan bahwa dalam proses ekskavasi ini telah ditemukan pecahan keramik dan tembikar yang diperkirakan berasal dari abad10-12 yaitu era Dinasti Yuan. Juga ditemukan pecahan genting, bubungan atau puncak atap bangunan, serta ukel hiasan.
Selain itu di sisi barat lokasi juga ditemukan sumur jobong dan sumur bulat dari bata serta ada struktur memanjang di sebelah timur situs.
(Agus Buyut)



