• Jelajahi

    Copyright © FBINEWS JATIM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Binda Jatim Bersama Dinkes Kabupaten Mojokerto Terus Lakukan Percepatan Vaksinas

    Fuad Abdullah
    Selasa, 09 Agustus 2022, 12.25 WIB Last Updated 2022-08-09T05:25:13Z


    Mojokerto - FBINEWS 

    Dari tahun 2020 masyarakat Indonesia sudah hidup berdampingan dengan covid-19. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghentikan eksistensi virus ini. Namun terus saja ditemukan wajah-wajah baru dari virus covid. Yang terbaru saat ini adalah munculnya subvarian omicron BA.4 dan BA.5. 

    Dengan munculnya varian ini, maka perlu dilakukan upaya agar masyarakat tetap bisa melindungi diri dan meminimalisir dampak dari terinfeksi maupun menularkan virus.

    Suwaji, Agen BIN Kabupaten Mojokerto menyampaikan bahwa ada 4 strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapi varian apa pun. 

    "Ada 4 strategi yang mudah dilakukan oleh masyarakat agar bisa menghadapi covid varian apa pun. Sebenarnya strategi ini sudah lama dicanangkan oleh pemerintah. Tapi disituasi sekarang ternyata sangat berguna. Termasuk didalamnya adalah pelaksanaan vaksinasi," ujar Suwaji, Agen BIN Kabupaten Mojokerto saat kegiatan vaksinasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di Puskesmas Bangsal, Jl. Raya Bangsal, Kec. Bangsal, Kab. Mojokerto, Selasa (9/8/2022).

    Vaksinasi massal di Puskesmas Bangsal yang dipimpin oleh dr. Ulfa Kurniasari, M.Kes kali ini menggunakan vaksin jenis Astrazeneca dengan target peserta masyarakat Umum, lansia, pelajar/Santri dan anak usia 6-11.

    Inilah 4 startegi strategi dalam menghadapi virus covid-19, terutama dengan munculnya varian baru, yaitu;

    1. Berperilaku hidup bersih dan sehat merupakan hal penting dalam mencegah penyakit.

    2. Menjalankan protokol kesehatan.
    Protokol kesehatan harus ditegakkan dengan disiplin dimanapun berada.

    3.Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan individu, termasuk dalam hal pencegahan penyakit. Dalam hal ini termasuk menjalankan vaksinasi.

    4. Pemberlakuan sanksi yang tegas kepada pelanggar protokol kesehatan sebagai upaya menjaga agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan disiplin.

    "Pelaksanaan protokol kesehatan itu kalau sudah terbiasa ya tidak ada beban. Karena sudah menjadi pola hidup," ujar Rahmad (45) peserta vaksinasi.


    (Agus Buyut)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini