Mojokerto - FBINEWS
Kewaspadaan terhadap perkembangan covid semakin ditingkatkan. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan penyebaran virus tersebut. Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto pun terus menggencarkan pelayanan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto.
Karena salah satu bentuk antisipasi berkembangnya penyebaran covid adalah dengan semakin mengintensifkan vaksinasi supaya kekebalan tubuh masyarakat tetap tinggi dan tidak mudah tertular covid-19, terutama saat ini telah muncul varian baru yaitu omicron BA.4 dan BA.5.
Pelaksanaan vaksinasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dilakukan di Balai Desa Gayaman. Jl. Raya Gayaman No.57, Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (6/8/2022) dengan tim vaksinator dari Puskesmas Gayaman yang di pimpin oleh Sandra Eka Ardhiany.
Suwaji, Agen BIN Kabupaten Mojokerto menyampaikan, bahwa vaksinasi ini terus dilakukan untuk menangkal terjadinya lonjakan kasus penularan covid-19 terutama sekarang telah muncul varian baru.
“Hari ini kami kembali bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menggelar vaksinasi di Kabupaten Mojokerto yang salah satu tempat pelayanan vaksinasinya kita sediakan di Balai Desa Gayaman ini. Langkah ini tetap sebagai upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan penularan covid-19 setelah munculnya varian baru Omicron BA.4 dan BA.5,” kata Suwaji.
Layanan vaksinasi saat ini diberikan untuk dosis pertama, kedua, maupun dosis ketiga atau booster. Baik itu kepada masyarakat kelompok lanjut usia (lansia), anak-anak serta penderita komorbid.
Sementara itu mengutip informasi dari Kemenkes disebutkan bahwa gejala BA.4 dan BA.5 sendiri ada kemiripan dan hampir sama dengan omicron yang lalu, tapi lebih ringan.
Imron (45), warga Gayaman mengatakan bahwa jangan sampai ada lonjakan penularan. Karena dampaknya akan sangat berat.
"Apapun bentuknya harus diupayakan pencegahan agar tidak terjadi penyebaran penularan covid lagi. Karena efeknya sangat berat. Segala sesuatunya terhambat. Pelayanan Publik, industri, dagang dan pendidikan semua mengalami beban berat," kata Imron.
(Agus Buyut)


