Mojokerto - FBINEWS
Covid-19 mengalami mutasi menjadi varian-varian baru. Saat ini merebak omicron subvarian BA.4 dan BA.5 yang membuat masyarakat menjadi gelisah. Karena kemampuan penyebaran infeksi virus subvarian ini cukup tinggi. Hal ini karena keduanya memiliki kemampuan melakukan manuver untuk meloloskan diri dari sistem imun (immune escape), baik yang terbentuk dari proses vaksinasi atau akibat infeksi alami. Jadi, virus ini bisa menghindari antibodi yang terbentuk melalui infeksi covid-19 yang sebelumnya atau yang melalui vaksinasi.
Untuk pasien yang yang mengalami infeksi omicron subvarian BA.4 dan BA.5 biasanya mengalami infeksi ringan, nyeri kepala, nyeri seluruh badan, nyeri otot, batuk, demam, juga cepat lelah.
Ini sangat berbeda dengan varian covid-19 varian yang sebelumnya, orang yang terinfeksi subvarian omicron BA.4 dan BA.5 ini tidak memiliki gejala berupa hilangnya kemampuan penciuman (anosmia) ataupun hilangnya kemampuan mengecap (ageusia) maupun sampai sesak napas berat.
Namun, bila dibandingkan dengan omicron subvarian lainnya seperti BA.1 dan BA.2, gejala dari subvarian BA.4 dan BA.5 tidak berbeda.
Oleh karena itu, angka kematian akibat infeksi omicron subvarian BA.4 dan BA.5 dibandingkan dengan varian sebelumnya seperti varian delta jauh lebih rendah.
Dan salah satu penyebab tingkat keparahan infeksi dari omicron subvarian BA.4 dan BA.5 yang rendah, juga dikarenakan oleh adanya hybrid immunity yang merupakan kombinasi antara terbentuknya antibodi melalui pemberian vaksin dan akibat infeksi oleh covid-19 jenis sebelumnya.
"Memang vaksinasi memiliki peran yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat ditengah ancaman virus corona. Semua orang harus menjaga daya tahan tubuhnya supaya bisa memutus ancaman infeksi virus tersebut," kata Kartiko Agen BIN Mojokerto dalam kegiatan vaksinasi yang dijalankan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di Puskesmas Jatirejo, Jl. Basuki Rachmat 26A, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu (31/8/2022).
Pelayanan vaksinasi ini juga diberikan bagi masyarakat kabupaten Mojokerto ditempat-tempat lain secara bersamaan. Vaksinasi kali ini menggunakan vaksin jenis Pfizer.
Hasan (40), warga Jatirejo menanggapi positif adanya pelaksanan vaksinasi yang masih berlangsung hingga saat ini. Hal itu mengimbangi perkembangan covid-19 yang masih memberikan sinyal yang membuat kekhawatiran dan terus membutuhkan kewaspadaan.
"Masih adanya pelayanan vaksinasi hingga saat ini, itu buat saya adalah hal yang bagus. Apalagi dengan ada kabar bahwa penularan covid jenis baru juga sedang mengalami peningkatan, jadi gencarnya pelayanan vaksinasi ini merupakan bagian dari upaya menghadapi covid jenis baru ini agar tidak merebak dan memakan banyak korban," ungkap Hasan.
(Agus Buyut)



