Mojokerto - FBINEWS
Merebaknya omicron subvarian BA.4 dan BA.5 membuat masyarakat merasa was-was. Kemampuan penyebaran infeksi dua subvarian ini cukup tinggi karena adanya kemampuan dalam melakukan manuver untuk lolos dari sistem imun (immune escape), baik dari vaksinasi atau infeksi alami. Artinya, virus ini lebih mudah menghindari antibodi yang terbentuk melalui infeksi covid-19 yang sebelumnya atau yang melalui vaksinasi.
Gejala yang paling sering terjadi ketika pasien mengalami infeksi omicron subvarian BA.4 dan BA.5 berupa infeksi ringan, nyeri kepala, nyeri seluruh badan, nyeri otot, batuk, demam, juga cepat lelah.
Berbeda dengan varian covid-19 sebelumnya, orang yang terinfeksi subvarian omicron BA.4 dan BA.5 tidak memiliki gejala berupa hilangnya kemampuan penciuman ,(anosmia) ataupun hilangnya kemampuan mengecap (ageusia), sampai sesak napas berat.
Oleh karena itu, angka kematian akibat infeksi omicron dibandingkan dengan varian sebelumnya seperti varian delta jauh lebih rendah.
Namun, bila dibandingkan dengan omicron subvarian lainnya seperti BA.1 dan BA.2, gejala dari subvarian BA.4 dan BA.5 tidak berbeda.
Dan salah satu penyebab rendahnya tingkat keparahan infeksi dari omicron subvarian BA.4 dan BA.5 juga dikarenakan oleh adanya hybrid immunity yang merupakan kombinasi antara pemberian vaksin dan infeksi oleh covid-19 jenis sebelumnya.
"Inilah bukti betapa pentingnya peran vaksinasi bagi kesehatan masyarakat ditengah ancaman virus corona. Kita harus menjaga daya tahan tubuh masyarakat supaya bisa mematahkan ancaman infeksi virus tersebut," kata Suwaji Agen BIN Mojokerto dalam kegiatan vaksinasi yang dijalankan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di Puskesmas Jatirejo, Jl. Basuki Rachmat 26A, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, pada Jumat (22/7/2022).
Vaksinasi kali ini menggunakan vaksin jenis Astrazeneca. Suharso (50), warga Jatirejo menyampaikan bahwa setiap ada informasi peningkatan penularan covid masyarakat menjadi gelisah.
"Ketika ada kabar bahwa ada covid jenis baru yang sedang merebak, terus terang saya dan dan kebanyakan orang yang saya temui ada rasa khawatir. Karena mengingat wabah covid dari awal yang sudah menimbulkan kekacauan diberbagai bidang dan memakan banyak korban. Semoga ini tidak terulang lagi," ungkap Suharso.
(Agus Buyut)


