Mojokerto - FBINEWS
Kemunculan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 menimbulkan kekhawatiran pada banyak orang. Mereka khawatir akan terjadi kasus penularan yang meluas sehingga akan berdampak pada sektor ekonomi. Dapat diakui bahwa saat ini pun ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih akibat wabah covid yang merebak tempo hari.
Maka mau atau tidak, penanganan ancaman kesehatan dan upaya pemulihan ekonomi harus berjalan seiring dan bersama-sama. Baik itu oleh pemerintah dan juga masyarakat.
"Saat ini vaksinasi tetap terus kita gencarkan sebagai upaya agar tidak terjadi penularan covid-19 kembali. Harapannya dengan masyarakat memiliki daya imun yang tinggi karena sudah divaksin, sehingga otomatis aktivitas pemulihan ekonomi tidak akan terhambat,” tutur Suwaji Agen BIN Mojokerto.
Memang saat ini masyarakat semakin leluasa menjalankan aktivitasnya. Namun diharapkan situasi ini tidak membuat lengah. Baik pemerintah maupun masyarakat harus tetap waspada supaya kemunculan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 ini tidak menimbulkan keadaan tidak kritis.
"Untuk itulah masyarakat harus selalu menjaga diri dengan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker pada tempat yang dianjurkan dan segera divaksinasi," lanjut Suwaji dalam kegiatan vaksinasi yang dijalankan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto di Balai Dusun Mojosarirejo, Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (19/7/2022).
Pelaksanaan vaksinasi kali ini dengan tim vaksinator dari
Puskesmas Pungging yang dipimpin oleh ibu Heny Najawanti.
Sementara itu Bapak Wahyudi (55) warga peserta vaksinasi menyampaikan bahwa selama wabah covid yang lalu pekerjaannya macet total dan saat ini mulai ada peningkatan kembali.
"Pekerjaan saya sebagai pengrajin alas kaki. Baik itu sandal maupun sepatu. Selama pandemi pekerjaan saya macet total. Sekarang sudah mulai membaik. Pelan-pelan mulai ada garapan. Mungkin ini hasil gencarnya vaksinasi yang dijalankan. Sehingga masyarakat semakin sehat. Semoga covid tidak mengganggu lagi," kata Wahyudi.
(Agus Buyut)


