• Jelajahi

    Copyright © FBINEWS JATIM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    WALIKOTA MOJOKERTO HADIRI PAMERAN LUKISAN BULAN BUNG KARNO 2022

    fbinews
    Rabu, 01 Juni 2022, 21.41 WIB Last Updated 2022-06-01T14:41:02Z


    Mojokerto - Fbinews


    Pameran lukisan dalam rangka memeriahkan bulan Bung Karno berlangsung dua hari, dari tanggal 1 sampai 2 Juni 2022 di SDN Purwotengah, Jalan Taman Siswa 16, Kota Mojokerto. Hadir dalam pameran itu; Ika Puspitasari (Walikota Mojokerto), AKBP Rofik Ripto Himawan Sik. SH.MH (Kapolres Mojokerto Kota), Bapak Soni Basuki dan Bapak Junaidi Malik dari DPRD Kota Mojokerto.


    Tidak ketinggalan sang maestro seni lukis, Masdibyo juga berada dilokasi. Masdibyo datang jauh dari Tuban ke Kota Mojokerto menjadi semangat tersendiri bagi para seniman yang sedang menggelar karya. Berikut disampaikan hasil perbincangan bersama Masdibyo.


    Saat ditanya tentang bagaimana lukisan yang bagus, Masdibyo menjawab bahwa menurutnya lukisan yang bagus itu ya yang pelukisnya sendiri merasa nyaman, merasa pas,  bahagia dengan lahirnya karya itu.


    Dan mengenai strategi agar sebuah pameran itu sukses, beliau juga menyampaikan bahwa tidak menggunakan strategi-strategi tertentu dalam melakukan pameran selama ini.



    "Strategi didalam berpameran, sebenarnya kalau saya tidak ada strategi-strategi. Pokoknya yang paling penting intensitas berkarya saya jaga, tanpa harus menunggu komentar dari siapapun, atau minta komentar dari siapapun, pameran-berkarya, pameran-berkarya begitu. Nanti kan orang-orang cinta seni itu, akan dengan sendirinya, otomatis akan mengenal. Setelah mengenal, mereka kemudian ingin tahu. Setelah ingin tahu, kalau misalnya dengan kita klik tentu kemudian ingin memiliki. Jadi terus berkarya-pameran dengan catatan ilmu dasarnya harus kita kuasai sepenuhnya. Ilmu dasar itu secara material itu kita harus pahami karakter, garis kita sendiri, media yang kita pakai, kemudian warna. Kan masing-masing kreator itu punya warna, warna dalamnya yang seringkali itu tidak mereka sadari. Yaitu warna kecenderungan itu diolah sehingga itu menjadi kekuatan. Lukisan itu kan fisik. Jadi fisik itu hanya bisa kita dapat kekuatannya, "ruh"nya kalau kita tetap terus intens melakukan," kata Masdibyo.


    Soal karya, Masdibyo tidak pernah mau setengah-setengah. Termasuk mengenai pigora lukisan karyanya. Demikian ungkapan Masdibyo soal pigora lukisannya yang kadang diganti.


    "Saya itu ke karya selalu ingin perfect. Kalau aku rasakan yang kemarin kurang pas ya aku ganti (pigora). Cuman sebenarnya tidak semuanya begitu sih. Karena kadang-kadang pigora itu saya pertahankan sebagai catatan perjalanan sejarah. Cuma memang ganti fase, berganti periode saya seringkali  berganti pigora. Jadi pigora tidak selalu begitu," jelasnya.


    Masdibyo mencontohkan, soal kriteria pigora yang bagus, menurut dia, kalau abstrak pigora yang bagus itu minimalis. Sedang kalau figur, itu bagaimana kalau kita frame, melihat lukisan itu seperti melongok jendela.


    Dikalangan para seniman sendiri Masdibyo juga dikenal banyak membantu menumbuhkan pasar bagi perkembangan seni lukis di Indonesia. Seperti yang sudah dilakukan ke beberapa daerah.  Ketika Masdibyo hadir dan kalau kepala daerahnya ada maka selalu disampaikan agar minimal di kantor-kantor dinas  diisi oleh lukisan karya seniman setempat. 


    "Dan beberapa daerah itu sudah melakukan dan seniman setempat hidup. Seperti di Palembang, Trenggalek kebetulan Bupatinya sedang hangat-hangatnya," lanjutnya.


    Sebagai kunci sukses Masdibyo yang membuat karya-karyanya diterima oleh pecinta seni lukis di luar negeri, dia menyampaikan, "Saya rasa lukisan yang bagaimana (yang bisa di terima pasar di luar negeri) itu tidak bisa menentukan. Lukisanku bisa diterima disana itu karena "aku"ku. Karena karya yang aku kerjakan selama ini disini. Diluar dugaan saya, ternyata ketika saya datang ke Korea sangat disambut oleh kolektor disana. Itu diluar dugaan saya. Aku kaget oleh kenyataan itu. Karena kenyataan nya sebelum aku kesana itu kan teman-teman di sini bilang (begitu sulit) untuk mengatakan lukisan Masdibyo itu bagus. Itu kenyataan. Cuman karena kembali lagi pada diriku sendiri bahwa aku berkarya bukan untuk siapapun, tapi untuk membahagiakan diriku sendiri. Jadi ya tentang komentar dan apapunlah dari teman-teman terhadap karya saya aku harus bisa menerima."


    Masdibyo juga menyampaikan rasa optimisnya mengenai perkembangan seni lukis di Mojokerto Raya kedepan.


    "Saya rasa kalau untuk wilayah Mojokerto ini bisa dikatakan lebih baik dari daerah lain. Karena kepedulian beliaunya ini (Walikota, Bupati) berita nya terhadap teman-teman yang di luar membuat iri. Mengapa pemimpin saya tidak seperti mereka. Begitu. Tinggal menjaga saya rasa. Tinggal menjaga hubungan. Karena kepala Daerah ini orang yang sangat sibuk ya otomatis seniman harus kadang-kadang mengajak dialog.  Beliau sangat terbuka. Aku yakin itu," pangkas Masdibyo.



    (Agus Buyut)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini