Mojokerto - FBINEWS
Aliansi Seni Rupa Mojokerto menggelar pameran lukisan selama dua hari mulai Rabu, 1 Juni 2022 di SDN Purwotengah, Jalan Taman Siswa 16, Kota Mojokerto. Pameran ini dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Dipilihnya tempat ini bukan karena faktor kebetulan, melainkan karena keterkaitan sejarah, dimana di sekolah ini dulu Soekarno kecil pernah bersekolah.
Soekarno berada di Mojokerto selama sekitar sembilan tahun. Selama tinggal di Mojokerto, Soekarno bersekolah di Tweede Inlandsche School atau yang disebut juga Sekolah Ongko Loro. Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo menjadi mantri sekolah atau kepala sekolah tersebut.
Saat ini sekolah Ongko Loro tersebut berubah menjadi SDN Purwotengah. Begitu lulus dari Sekolah Ongko Loro, Sukarno melanjutkan ke Europesche Lagere School (ELS). Dan gedung ELS ini sekarang telah menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto.
Ada 30 pelukis dari berbagai aliran tergabung dalam gelar pameran tersebut. Priyok Dinasty selaku ketua aliansi menyampaikan bahwa terkait dengan pameran ini ia juga melakukan langkah-langkah sebagai upaya penguatan pasar lukisan di Mojokerto dengan menginformasikan kegiatan ini kepada para kolektor yang dikenalnya.
"Pameran lukisan ini digelar sebagai bagian ikut memeriahkan perayaan Bulan Bung Karno di Kota Mojokerto. Setelah dua tahun kegiatan berkesenian terhambat wabah covid, hari ini kami ingin menunjukkan bahwa para Perupa di Mojokerto Raya masih eksis dalam berkarya. Harapannya dengan pameran ini pasar lukisan di Mojokerto semakin menggeliat. Sedangkan mengenai kemajuan kesenian di Mojokerto Raya, yang paling dibutuhkan saat ini adalah kebersaman semua pihak. Baik itu antara seniman dengan seniman maupun juga peran dari pemerintah. Kalau kita guyup saya yakin berkesenian di Mojokerto akan bisa maju," ujar Priyok.
Selain diisi dengan pameran lukisan, peringatan Bulan Bung Karno ini juga di isi dengan Sarasehan, Pameran foto Modjokerto tempo doeloe dari Komunitas Mojokerto Heritage Community (MHC), permainan jadul anak SD dan SMP, penampilan lomba bercerita, lomba foto, lomba pidato mirip Bung Karno, wayang beber dan ludruk.
(Agus Buyut)



