Mojokerto - Fbinewsjatim.com
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melakukan prosesi pengambilan air dan tanah dari beberapa titik di bekas ibukota kerajaan Majapahit pada Sabtu (12/3/2022).
Hal ini dilakukan sesuai permintaan Presiden Joko Widodo kepada Gubernur se-Indonesia untuk menyerahkan tanah dan air guna di bawa ke IKN (Ibu Kota Nusantara) pada Minggu (13/3/2022) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Penajam Pasir Utara (PPU) Penajam Paser Utara, Kaltim.
Tanah dan air tersebut diambil dari tujuh tempat cagar budaya yaitu: situs Siti Hinggil, situs candi Kedaton/sumur upas, situs Bre Kahuripan/Tribuana Tunggadewi, situs Hayam Wuruk, Situs Damarwulan, Sumber Towo situs Kubur panjang dan Sumur sakti Gajah Mada.
Sebelum prosesi ini, Gubernur terlebih dahulu bertemu dengan pihak-pihak yang selama ini menjadi pemerhati Majapahit. Dalam pertemuan diputuskan tentang sejumlah titik sumber mata air yang akan diambil air dan tanahnya.
Air dan tanah dari tujuh lokasi yang dianggap memiliki warisan sejarah kebesaran bangsa era Majapahit itu menjadi bagian dari air dan tanah istimewa yang akan di letakkan di Ibu Kota Nusantara.
"Kami mengambil tanah di situs Kumitir, yang merupakan kerajaan bagian timur Majapahit." kata Ibu Khofifah.
(Agus Buyut)
Redaktur : Fuad Abdullah

