Mojokerto - Fbinewsjatim.com
Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto diresmikan sebagai Kampung Pancasila oleh Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Beni Asman S.Sos. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk peran serta masyarakat dalam upaya menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mengingat masyarakat Kelurahan Blooto begitu beragam, maka sangat perlu untuk dibina dengan baik. Tujuannya agar tidak ada pihak yang ingin memecah belah. Karena dengan masyarakat yang beragam maka akan rawan terjadi gesekan.
Peresmian Kampung Pancasila dilakukan di kantor Kelurahan Blooto, Jalan Kemasan nomor 1pada Rabu (23/3/2022). Hadir juga dalam peresmian itu, Bapak M. Imron S.Sos. MM (Kepala Bakesbangpol Kota Mojokerto), Kapten Inf Herman Hidayat (Pasi Ter Dim 0815/Mojokerto), Kapten Inf Nuril Mustofa (Danramil 0815/01 Prajuritkulon), Bapak Hekamarta Fanani S. STP. M.Si (Camat Prajuritkulon), Kapolsek Prajuritkulon diwakili Iptu Dadang (Panit 1 Samapta Polsek Pralon) dan Drs. Suluh Setiaji. MM (Lurah Blooto).
Dalam kesempatan itu Dandim 0815/Mojokerto mengingatkan akan pentingnya kerukunan ditengah masyarakat. Kita yang dahulu dikenal sebagai masyarakat yang toleran, maka hal itu perlu untuk kita pertahankan ditengah keberagamaan masyarakat saat ini. Menjaga agar terbentuk kerjasama antar pemeluk agama, penganut kepercayaan yang berbeda dan leluasa menjalankan tuntunan agama tanpa ada paksaan. Termasuk saling menghormati antar suku dan ras.
"Ingat, kita hidup berdampingan. Tetangga kita satu kampung itu adalah saudara." ungkap Dandim 0815/Mojokerto.
Sementara itu Camat Prajuritkulon juga mendorong agar pemahaman tentang Pancasila tidak cukup hanya sebatas pemahaman saja. Namun harus juga diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Sebagai kader penerus bangsa diharapkan untuk meningkatkan pemahaman kita mengenai Pancasila dan mau menerapkan ke kehidupan sehari-hari." kata Camat Prajuritkulon.
Kampung Pancasila merupakan wadah agar masyarakat lebih memahami dan dapat melaksanakan setiap sila dari Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat menerapkan kebersamaan, hidup berdampingan tanpa memandang perbedaan suku, ras dan agama atau kepercayaan. Sehingga terbentuk kerukunan ditengah masyarakat sebagai landasan terciptanya masyarakat yang aman dan sejahtera.
(Agus Buyut)
Redaktur : Fuad Abdullah


