Bogor - Fbinewsbanten.net
Paket program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dikeluhkan oleh sejumlah warga di Desa Bojongrangkas Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pasalnya, Paket bantuan sembako Perluasan 7 bulan senilai Rp. 1.400.000,-bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dikeluhkan oleh para KPM berkaitan dengan penyaluran beras yang berkutu, menguning dan sudah menggumpal
Menurut Warga RT2, RW VIII, yang enggan di sebut namanya, beras yang saya terima memang bukan kwalitas yang baik, selain berasnya menguning dan berkerikil, dan itu sudah saya komplen, saat hari itu juga saat penyaluran sembako, saran agen E- Warong kalau kompen sebaiknya, melalui surat dan itu sudah saya lakukan " Ucap KPM
Masih warga RW VIII, Intan alias Menah mengaku mendapatkan paket sembako, menurutnya beras yang saya terima 7 karung, beasna Jore jeung Koneng Jore pokoknamah, anu jore teh tilu beas tahu jeung sayuran " terangnya
Warga yang lain, Anggi menyatakan hal yang senada. Warga RT06, RW VII mengungkapkan bahwa betul pak beras yang saya terima, sudah banyak yang mengumpal dan banyak kotoran dan agak menguning, ungkapnya kepada fbinews.net
Lebih lanjut Anggi mengatakan saya dapat BPNT baru sekarang langsung dapat 7 bulan tapi, beras yang saya terima Jelek, berbeda dengan beras yangditerima ibu Nani, Ibu Nani penerima BPNT bukan perluasan, berasnya Bagus dan di amini oleh ibu Nani yang saat itu berada di rumah ibu Anggi Minggu (10/10/2021)
Dari informasi yang dihimpun, diduga ada puluhan KPM program BPNT yang menerima paket sembako berasnya dengan kwalitas rendah, padahal dalam pedum seharusnya beras bantuan BPNT adalah kwalitas Premium(red)
Sementara itu, TKSK Ciampea Wiwik saat di hubungi via selulernya tidak menjawab, yang di pertanyakan sejauh mana TKSK sebagai pendamping, pengawasan 6T nya yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat administrasi
Salah seorang penerima bantuan, warga RW VI yang enggan di sebut namanya menuturkan, beras yang diterimanya merupakan kualitas rendah dan bila dimasak cepat basi. Meski demikian, ia tetap memasaknya lantaran tak punya pilihan lain.
Berasnya saat di cuci dan menguning, banyak yang mengambang, selain, selain kototan beras juga berkutu
"Tidak layak kalau di sebut beras premium pak, jelek berasnya. agak menguning ada kutunya dan menggumpal, kedepan kalau berasnya seperti itu, saya mau lihat dulu kalau masih seperti itu akan menolak untuk membelanjakan" Cetusnya
Ditempat terpisah saat awak media, konfirmasi dengan Pupu agen E- Warong desa Bojongrangkas, ia mengatakan memang saat penyaluran sembako ada warga RW VIII, yang komplen, dan itu saya arahkan untuk mengunakan surat, selain itu saya percaya ke pemasok beras selama ini bagus.
Seperti biasa sayapun Purchase Order dengan kwalitas beras Premium. karena banyak untuk 7 bulan kiriman beras sehingga saya tidak bisa mengontrol perkarungnya, ternyata kali ini banyak yang komplen "terang Pupu
Saat ini kamipun sudah berembug dengan pemasok berasnya, bagaimana pengatasan nya karena saya sebagai Agen Purchase Order dengan kwalitas beras Premium.
Ari.S/Kasdi Warso